Kisah Aulia

Kisah Hidup al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad

  • 17 Feb, 2023
  • 438
Kisah Hidup al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad

Kelahirannya

Kalau sebuah hadits Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alihi wa shahbihi wa salam mengatakan bahwa dalam setiap seratus tahun akan timbul seorang yang akan mengadakan pembaharuan[1] dalam agama ini, dan pembawa pembaharuannya itu disebut mujadid, maka al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad adalah seorang mujadid di masanya, karena ia telah membawa angin segar dalam tasawuf bagi umat Isiam di masanya, khususnya bagi kaumnya.

Meskipun kedua matanya tidak dapat melihat sejak di usia dini, namun keadaan seperti itu tidak memutuskan gairahnya untuk menuntut ilmu-ilmu agama dan mengisi masa kecilnya dengan berbagai macam ibadah dan bertaqarrub kepada Allah swt, sehingga mulai dari sejak usia dini, hidupnya sangat berkah dan berguna.

al-Habib Abdullah dilahirkan pada Malam Kamis tahun 1044 H di Desa Sabiir, di pinggiran Kota Tarim, Hadramaut. Ayah beliau, al-Habib Alawi bin Muhammad al-Haddad berkata: “Sebelum aku menikah, aku berkunjung ke rumah al-‘Arif Billah al-Habib Ahmad bin Muhammad al-Habsyi di Kota Syi’ib untuk minta do’a. Lalu al-Habib Ahmad menjawabku:

أَوْلَادُكَ أَوْلَادُنَا فِيْهِمْ اَلْبَرَكَةُ

Artinya: “Putera-puteramu termasuk juga putera-putera kami, pada mereka terdapat berkah.”

Selanjutnya, al-Habib Alawi al-Haddad berkata: ‘Aku tidak mengerti arti ucapan al-Habib Ahmad itu, sampai setelah lahirnya puteraku, Abdullah dan berbagai tanda-tanda kewalian dan kejeniusannya.”

Tentang hari kelahirannya, al-Habib Abdullah berkata:

وَقَعَتْ وَقَائِعٌ فِي السَّنَةِ الَّتِيْ وُلِدْتُ فِيهَا، مِنْهَا وَفَاةُ اْلإِمَامِ اَلْحَبِيْبِ اَلْحُسَيْنِ اِبْنِ سَيِّدِنَا اَلشَّيْخِ اَبِيْ بَكْرِ ابْنِ سَالِمٍ

Artinya: “Telah terjadi beberapa kejadian yang penting pada tahun ketika aku dilahirkan, diantaranya adalah wafatnya al-Habib Husein bin asy-Syeikh Abubakar bin Salim.’

Selanjutnya al-Habib Abdullah berkata:

إِنِيْ لَيْلَةَ مَوْلِدِىْ بِتُّ طُوْلَ لَيْلِيْ أَصِيْحُ وَ أَضِجُّ بِاالْبُكَاءِ وَ لَمْ يَدْرِ أَهْلِى مَاالَّذِى بَدَالِيْ، فَلَمَّا أَصْبَحُوْا وَ فَتَّشُوْا عَنْ سَبَبِ ذَلِكَ وَجَدُوْا فِي الثَّوْبِ الَّذِىْ أَنَا مَلْفُوْفٌ فِيْهِ عَقْرَبً عَظِيْمَةً وَ وَجَدُوْا جَمِيْعَ بَدَنِى إِحْمَرَّ مِنْ لَسْعِهَا

Artinya: “Pada malam aku dilahirkan aku menangis dan menjerit semalam suntuk dan keluargaku tidak mengetahui apa yang menyebabkan aku menangis dan menjerit. Pada pagi harinya ketika mereka memeriksa penyebabnya, maka mereka menemukan seekor kalajengking yang besar yang terdapat pada pakaian yang membalutku dan mereka mendapati seluruh tubuhku telah menjadi merah karena sengatannya.


 1 Tajdid


Mengenal lebih Dekat alHabib Abdullah bin Alawi al-Haddad

Share on:

Komentar

Belum Ada Komentar...

Beri Komentar Disini