Berani Hijrah Baik (BHB): Menghapus Luka, Menyambut Cahaya

Ahad, 10 Dzulqadah 1447 H (26 April 2026) menjadi salah satu hari yang penuh makna di lingkungan Al Hawthah Al Jindaniyah. Bukan sekadar kegiatan sosial biasa, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan dan spiritual yang menyentuh sisi terdalam kehidupan manusia: hijrah menuju kebaikan.

Melalui program Berani Hijrah Baik (BHB), Al Hawthah Al Jindaniyah menghadirkan layanan hapus tato gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang ingin memulai lembaran baru dalam hidupnya.

Mengapa Hapus Tato?

Bagi sebagian orang, tato bukan sekadar gambar di kulit. Ia bisa menjadi simbol masa lalu, kisah kelam, penyesalan, atau fase kehidupan yang ingin ditinggalkan. Namun, ketika hati mulai tergerak untuk kembali kepada Allah, seringkali muncul keinginan untuk membersihkan diri, lahir dan batin.

Dalam perspektif syariat, tato termasuk perkara yang dihindari. Karena itu, program ini hadir bukan untuk menghakimi masa lalu, melainkan membuka pintu masa depan.
Menghapus tato bukan hanya tentang menghilangkan tinta di kulit, tetapi tentang menghapus jejak lama dalam jiwa dan menggantinya dengan harapan baru.

Program ini dilakukan dengan pendekatan medis yang aman, profesional, dan penuh empati. Peserta tidak hanya mendapatkan layanan teknis penghapusan tato, tetapi juga pendampingan spiritual, doa, dan motivasi agar langkah hijrah mereka tetap istiqamah.

Pak Mukti: Kisah Kesungguhan yang Menggetarkan

Di antara para peserta, hadir sosok sederhana bernama Pak Mukti. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan ketulusan yang begitu dalam.

Beliau datang bukan hanya untuk menghapus tato, tetapi dengan kesungguhan untuk belajar dan berubah.
Yang membuat hati tersentuh, setiap kali hadir, beliau selalu membawa catatan kecil berisi tulisan latin Ar-Rahman yang ia pelajari dengan tekun. Sebuah hal yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, namun bagi yang memahami, itu adalah tanda bahwa hatinya sedang bergerak menuju Allah.

Tidak semua orang berani mengakui masa lalu.
Tidak semua orang mampu melangkah keluar dari bayang-bayang dirinya sendiri.
Namun Pak Mukti memilih untuk datang, duduk, belajar, dan berusaha.

Dan di situlah letak kemuliaannya.

Hijrah: Perjalanan, Bukan Sekadar Perubahan

Kegiatan ini mengajarkan satu hal penting :
bahwa hijrah bukanlah tentang menjadi sempurna dalam sekejap, melainkan tentang keberanian untuk memulai.

Setiap orang memiliki cerita.
Setiap orang memiliki masa lalu.
Namun tidak semua orang memilih untuk bangkit.

Melalui program BHB, Al Hawthah Al Jindaniyah ingin menegaskan bahwa :
pintu rahmat Allah selalu terbuka, seluas apa pun dosa yang pernah ada.

Doa dan Harapan

Kami memohon doa dari semua pihak,
agar setiap langkah kebaikan dalam program ini diterima oleh Allah.

Semoga Allah:

  • Menguatkan niat saudara-saudara kita yang berhijrah
  • Meneguhkan hati mereka dalam kebaikan
  • Menggantikan masa lalu mereka dengan cahaya yang lebih indah
  • Dan menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba yang kembali kepada-Nya dengan penuh rahmat

Berani Hijrah Baik bukan sekadar program.
Ia adalah gerakan hati.
Ia adalah panggilan pulang.

Dan setiap yang menjawabnya…
adalah mereka yang sedang dipanggil oleh Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post