Beit At-Turāts Al-Islāmī Kalimantan

Siang hari ini, saya berkunjung ke tempat para sahabat yang sedang merawat peninggalan para kiai dan ulama besar Kalimantan. Di ruang yang tenang ini, manuskrip-manuskrip lama terbentang di hadapan kami—bukan sebagai kertas yang menua, tetapi sebagai warisan ilmu yang nilainya jauh melampaui tambang dan kekayaan bumi. Inilah khazanah sejati: identitas ulama Nusantara dan Kalimantan, serta jati diri bangsa yang beradab.

Para kiai dan ulama Nusantara bukanlah ulama biasa. Ketinggian mereka terpancar dari karya-karya tulis yang bermutu tinggi, serta dari hubungan keilmuan yang erat dengan para ulama Timur Tengah, sebagaimana tampak jelas dalam surat-menyurat dan sanad keilmuan mereka.

Bagi saya, sudah sepantasnya Nusantara kembali menjadi mercusuar peradaban Islam dunia—sebagaimana dahulu cahaya ilmu dari negeri ini pernah bersinar terang dan menjadi penunjuk arah bagi umat.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepada semua sahabat yang dengan penuh amanah menjaga pusaka ilmu ini.

Ahmad bin Novel bin Jindan
Kalimantan Selatan
Senin, 7 Sya‘ban 1447 H / 26 Januari 2026
Safari Dakwah Pedalaman Kalimantan

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *